Proyeksi Neraca


Neraca adalah suatu laporan keuangan yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan Anda. Posisi keuangan berarti berapa jumlah harta, berapa jumlah hutang, dan berapa selisih harta dan hutang tersebut sehingga bisa diketahui jumlah nilai kekayaan bersih perusahaan sebenarnya. Dengan demikian, patokannya dalam membuat neraca adalah bahwa laporan keuangan ini harus bisa menerangkan berapa jumlah harta, utang dan modal (kekayaan bersih). Neraca umumnya berbentuk 2 kolom, dimana kolom sebelah kiri adalah kolom aktiva atau kolom harta yang berisi semua harta kekayaan perusahaan. Sedangkan pada kolom sebelah kanan adalah kolom pasiva atau kolom hutang dan modal, yang menunjukkan sumber-sumber pembiayaan yang digunakan perusahaan (apakah dari modal sendiri atau dari hutang). 

Dalam perhitungan neraca, maka jumlah kolom akitiva dan pasiva harus sama dan seimbang. Namun yang sangat perlu Anda ketahui adalah bahwa laporan keuangan suatu perusahaan bukan terdiri dari Neraca saja, tetapi saling terkait dengan laporan Laba Rugi dan Laporan Arus kas. Perhitungan Laporan Neraca tidak berdiri sendiri, namun merupakan hasil perhitungan saldo yang terdapat dari perhitungan laporan Laba Rugi dan Arus Kas. Artiya, apapun yang diceritakan Laba Rugi maupun Arus kas, akhirnya saldonya dimasukkan ke Neraca. Sehingga semua yang perhitungan komponen Laba Rugi, yaitu pendapatan dan biaya-biaya yang temasuk dalam periode yang bersangkutan, akan langsung mempengaruhi kolom aktiva dan pasiva di Neraca. Dan begitu juga semua perhitungan di komponen penerimaan dan pengeluran yang sifatnya tunai di Arus kas akan mempengaruhi kolom aktiva dan pasiva di Neraca.
Dengan demkian untuk mengethaui kondisi keuangan usaha Anda secara menyeluruh, maka urutan-urutan laporan keuangan yang harus dibuat adalah:

  1. Laporan Laba Rugi
  2. Laporan Arus kas
  3. Laporan Neraca
    Harap diperhatikan bahwa tidak semua hasil perhitungan pendapatan dan biaya-biaya di Laba Rugi bisa dimasukkan ke perhitungan penerimaan dan pengelurana di Arus kas. Karena Arus kas hanya mencatat perhitungan tunai saja .
    Kesimpulannya, jika terjadi selisih antara Aktiva dan pasiva di perhitungan Neraca, maka harus diteiliti satu persatu apakah perhitungan di laporan Laba Rugi dan perhitungan Arus Kas sudah benar.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s